Buku ini adalah buku edisi bertanda tangan asli dari
pengarangnya.
Deskripsi:
Aku tak tahu tempat apa ini dan sejak kapan berada di sini. Tapi yang kutahu, aku sedang berlari ekencang-kencangnya melihat Riki ada di ujung lorong yang gelap, badanku basah bersimbah keringat dan napasku terengah-engah. Semakin kukejar, rasanya Riki semakin menjauh.
"Bali... Kin... Bali... Kin...," rintih suara tanpa wujud yang menggema di lorong itu.
Aku berhenti berlari dan memandang ke sekelilingku, semuanya gelap. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Seketika rasa takut menyergapku. Terlebih lagi aku tidak mendapati Riki ada di ujung lorong ini. Nyaliku langsung ciut.
Kemudian aku mendengar derap langkah seseorang, bukan, itu bukan derap kaki dan ia tidak sendiri. Para makhluk berbalut kain putih itu tiba-tiba saja sudah berada tepat di depan wajahku. Bau mereka yang busuk menusuk hidungku.
"Kembalikan milikku!!!" seru mereka dengan penuh kemurkaan dan mata yang menyala merah.
Margaluwih adalah seorang horror dan thriller freak. Lahir di Purwodadi, 2 Desember 1988 dan memiliki darah campuran Jawa-Melayu. Hobinya adalah I, kuliner, musik, olahraga, film, membaca, dan menulis. Ia juga seorang penyayang binatang yang kerap menangis sesenggukan tiap menemukan kasus kekejaman terhadap binatang. Ketika masih kecil cita-citanya adalah menjadi ahli forensik, selain itu ia juga memiliki ketertarikan terhadap cerita-cerita kriminal dengan latar belakang psikologis. Ia juga mengaku menggemari seluruh karya Stephen King dan berharap suatu hari bisa menciptakan karya yang bisa meninggalkan teror di hati para pembacanya.
Margaluwih memulai langkah awal sebagai penulis melalui Diary Arwah #1 dan Diary Arwah #2 yang diterbitkan secara indie. Sedangkan buku ketiganya yang berjudul Diary Arwah adalah buku pertamanya yang diterbitkan secara mayor oleh penerbit Moka Media.